Kesenian memiliki peran penting dalam koridor pendidikan karakter. Melalui persentuhan langsung dengan beragam ekspresi kesenian, peserta didik dapat mengasah cita rasa, karsa, dan literasi pada saat yang bersamaan.
Keberagaman seni di Indonesia tersebar di semua daerah salah satunya Seni Degung . seni ini berasal dari sunda Jawa barat. Kata Degung dari kata “Deg ngadeg ka nu Agung” yang mengandung pengertian kita harus senantiasa menghadap (beribadah) kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam bahasa Sunda banyak terdapat kata-kata yang berakhiran gung yang artinya menunjukan tempat/kedudukan yang tinggi dan terhormat misalnya : Panggung, Agung, Tumenggung, dsbnya. Sehingga Degung memberikan gambaran kepada orang Sunda sebagai sesuatu yang agung dan terhormat yang digemari oleh Pangagung.
Kekayaan wawasan kesenian dapat menjadi sumber yang berharga bagi penumbuhan karakter anak-anak. Selain itu juga pendidikan kesenian dapat menghadirkan perasaan yang indah, sehingga peserta didik dapat belajar dengan rasa senang hati. Keberagaman itu nantinya akan membuat anak-anak lebih toleransi kepada teman-temannya dari suku yang berbeda, agama yang berbeda, atau pandangan politik yang berbeda,
Selain itu pendidikan berbasis kesenian mampu menghadirkan pendalaman pemaknaan kehidupan yang bermanfaat bagi pembentukan karakter. Saat ini, pemerintah sedang menjalankan program penguatan Pendidikan Profil Pelajar Pancasila, untuk menumbuhkan dan mengawal generasi penerus yang unggul. “Keunggulan dari sisi olah hati atau etika, olah rasa atau estetika, olah fikir atau literasi, dan olah raga atau kinestetika. Generasi inilah yang harus kita persiapkan, untuk menjaga warisan budaya agar tetap lestari.
Tujuan pendidikan kesenian bukanlah menjadikan peserta didik menjadi seniman, namun lebih kepada mengaktifkan berbagai sisi otak anak. Setelah berlatih musik, seorang anak bisa mulai mengenali kemampuan mereka, apakah lebih peka di sisi penglihatan atau pendengaran. Dari pengenalan kemampuan itu, dapat dimanfaatkan untuk belajar yang lain.
Sebagai bentuk melestarikan warisan seni budaya tersebut diatas SMP Negeri 3 Saketi Pandeglang selalu mengadakan kegiatan pentas seni diantaranya Seni Degung dengan upacara Adatnya, Seni Kendang Pencak dan lain-lain. Pentas seni itu biasanya dilaksanakan pada acara kelulusan siswa kelas IX dan kenaikan kelas VII serta kelas VIII. Hanya saja tahun yang lalu kegiatan tersebut tidak berjalan karena adanya badai Covid -19 yang terjadi di Indonesia maupun manca negara. Semoga tahun ini negara kita sudah bebas Covid -19 sehingga pentas seni bisa ditampilkan mengingat antusias peserta didik dan orang tua wali murid begitu tinggi, sekaligus pengimplemtasian Projek Kearifan Lokal baik teori maupun pratek bisa dilasanakan. Amin.
Penulis : Drs. Suwito, M.Pd
Kereen SMPN 3 Saketi…..
Mantaap dan lanjutkan
Alhamdulillaah..
Jempol untuk seluruh warga SMP 3 Saketi.
Hebaat👍👍..
Waw mantap banget
Smp Negeri 3 Saketi,, oke bangeuut👍
Kreeen abis pokonya SMPN 3 Saketi mantap👍
Mantaaap SMPN 3 Saketi..Semoga semakin maju👍👍💪💪
Aamiin, semoga Allah mudahkan.
Kereeeeen the best SMPN 3 Saketi 👍
Selamat dan sukses!
Keren. Kesenian merupakan bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia yang masyarakatnya senantiasa masih menjaga dan melestarikan budaya bangsa indonesia melalui ragam seni budaya nusantara
Keren pa wit, lanutkan
Kerreen,,,
Dengan adanya pentas kesenian d SMPN 3 Saketi walaupun Dilaksanakannya Hanya dlm moment tertentu saja , mdh2n dapat melestarikan dan mempertahankan seni Dan budaya daerah khususnya Banten
Hebat pa
Beri Komentar